Kendari – Pendaftaran bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 resmi ditutup. Sebanyak 11 akademisi dipastikan masuk dalam bursa pemilihan, menjadikan kontestasi kali ini sebagai salah satu Pilrek paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.
Jumlah kandidat yang mencapai 11 orang menunjukkan tingginya antusiasme sivitas akademika untuk mengambil bagian dalam proses pemilihan pemimpin kampus terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut. Berbagai latar belakang keilmuan, pengalaman kepemimpinan, dan rekam jejak akademik mewarnai persaingan menuju kursi orang nomor satu di UHO.
Adapun 11 bakal calon Rektor UHO yang telah mendaftar yakni:
- Prof Dr. Ruslin, S.Pd., M.Si.
- Prof. Dr. Ir. Takdi Saili, M.Si.
- Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si.
- Prof. Dr. Ir. Azhar Bafadal, M.Si.
- Prof. Dr. Laode Santiaji, S.P., M.P.
- Prof. Dr. Edi Karno, S.Pd., M.Pd.
- Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si.
- Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D.
- Dr. Muliddin, S.Si., M.Si.
- Dr. Herman, S.H. L.L.M.
- Prof. Dr. Yusuf Sabilu, S.KM., M.Kes.
Dengan banyaknya kandidat yang maju, dinamika Pilrek UHO diperkirakan akan berlangsung menarik. Publik kampus mulai menyoroti berbagai gagasan dan visi yang akan ditawarkan para kandidat untuk membawa UHO menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
Selain menjadi ajang pergantian kepemimpinan, Pilrek kali ini juga dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah pengembangan UHO di bidang akademik, riset, tata kelola kelembagaan, hingga peningkatan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Tahapan selanjutnya akan memasuki proses verifikasi administrasi dan penyaringan sesuai jadwal yang ditetapkan panitia. Sivitas akademika kini menanti siapa saja yang akan melaju ke tahap berikutnya dan berpeluang memimpin Universitas Halu Oleo untuk lima tahun mendatang.
Dengan 11 nama yang telah resmi masuk gelanggang, satu hal yang pasti: persaingan menuju kursi Rektor UHO 2026–2030 telah dimulai.